YANG MANAKAH PEREMPUANKU?
Selasa, 04 Januari 2011Pembaca…
Kalau boleh bertanya…
Kenapa bidadariku selalu saja adalah bidadari orang lain?
Kenapa perempuan tepilihku selalu saja perempuan terpilih orang lain?
Begitu sedikitkah perempuan cantik di dunia ini sehingga selalu saja tak tersisa untukku?
Begitu sedikitkan perempuan “yang…” padaku
Coba bacalah aku menjawabnya pembaca….
Tapi jika kamu sepertiku, yang menangis di belantara pencarian
Marilah kemari….
Menangislah disini
Menjeritkah disinilah…
Bersamaku agar ramaiiii…
Agar menggema agar Tuhan mendengarnya…
Mendampingi Anak Hadapi Ujian Butuh Teknik Khusus
Sabtu, 19 Juni 2010Masih ingatkah Anda saat-saat menjelang ujian kala masih duduk di bangku sekolah? Sebagian teman Anda terlihat gugup, takut, khawatir, rasanya semua perasaan tak mengenakkan menghinggap setiap hari menjelang hari H. Tetapi, bagi sebagian teman lain, ujian bisa dijalani dengan tenang. Mengapa bisa begitu? Mungkin perbedaannya ada pada cara orangtua mendampingi teman-teman tersebut untuk menghadapi ujian.
"Setiap anak adalah masterpiece dari Sang Pencipta, sehingga dapat dipastikan tidak ada kesalahan dalam penciptaannya, kecuali jika Anda meragukan bahwa Sang Pencipta memang Maha Sempurna". Begitu kutipan dari Leonardo Da Vinci dituliskan oleh Dra.Rieny Hassan, psikolog, membuka makalahnya dalam sebuah talkshow bertajuk "Peran Orangtua Menghadapi Tes atau Ujian Negara" yang diselenggarakan Tabloid Nova, di sekolah Global Mandiri, Cibubur, beberapa waktu lalu.
Dra. Rieny membuka acara talkshow dengan melempar pertanyaan kepada para orangtua murid bagaimana cara mereka mendampingi anak-anaknya menghadapi ujian. Ia meminta para orangtua untuk bertanya kepada diri sendiri bagaimana mereka mempersiapkan anak menghadapi ujian? Apakah dengan cara membuat semacam countdown, misal, "Kamu sudah belajar belum? Ujiannya, kan tinggal 4 hari lagi!" atau tipe yang membuat anak khawatir, seperti, "Kamu sudah belajar Matematika belum? Kamu kan nilainya jelek di mata pelajaran itu." Padahal, cara-cara tersebut bisa menjadi hal yang tak baik untuk anak-anak karena hal-hal tersebut merupakan sebuah motivasi negatif yang membuat anak-anak cemas.
Terkait dengan upaya mempersiapkan anak menyongsong masa depan, adalah tugas orangtua untuk memotivasi, mendampingi, dan mendukung anak. Namun Dra. Rieny menyayangkan bahwa kecenderungan yang sebaliknya. Berikut adalah beberapa hal yang sebaiknya diperhatikan para orangtua dalam mendampingi anak belajar di sekolah yang dibagikan Dra. Rieny:
* Ketahuilah bahwa setiap anak itu berbeda. Kecerdasan setiap orang pun berbeda-beda. Ketika si kecil tidak memberikan hasil yang setara dengan teman-teman sekelasnya, jangan kemudian melabelinya dengan kata-kata yang tidak membuatnya berkembang, seperti bodoh, tiak bisa dididik, atau lainnya yang bernada negatif. Hal-hal semacam ini akan tertanam pada dirinya dan membuat dirinya sulit berkembang.
* Ketika anak tidak memenuhi harapan, orangtua sibuk menyalahkan orang lain atau hal-hal di luar dirinya. Ada yang menyalahkan sekolah dan gurunya, ada pula yang menyalahkan anaknya. Dra. Rieny mengajak orangtua untuk bertanya kembali kepada diri masing-masing, "Anak yang gagal dididik atau kita, orang dewasa yang gagal mendidiknya?"
* Orangtua perlu menyadari bahwa tugas orangtua bukan memaksakan apa yang dianggap kebenaran sebagai hasil pengalamannya, tapi seharusnya memfasilitasi anak agar menemukan kebenaran melalui pengalamannya sendiri.
* Pahami gaya belajar anak. Bantu ia mengenali dirinya sendiri. Apakah anak lebih mudah menangkap dan mencerna informasi lewat pendengaran (mendengarkan langsung gurunya), penglihatan (membaca), peraba (mencoba langsung), atau kombinasi dari hal-hal tersebut?
* Kenalkan anak pada cara belajar efektif. Mengulang pelajaran yang diajarkan guru, membuat intisari dari tiap bab yang sudah dilalui, membiasakan berdiskusi tentang kaitan pelajaran dan kehidupan nyata sehari-hari.
* Kenali tahap perkembangan anak, karena pendampingan akan efektif bila Anda tahu si anak berada dalam perkembangan yang mana. Apalagi ketika anak sedang memasuki fase berontak, yang biasanya berada di usia 3, 11, dan 15-17 tahun.
* Biasakan untuk berorientasi pada proses, jangan hanya berorientasi pada hasil akhir. Anak perlu memperoleh reward atau usaha yang telah ia tuangkan, tidak melulu pada hasil akhir yang ia peroleh.
* Jangan biarkan ego atau gengsi Anda sebagai orangtua menjadi pendorong si kecil untuk mencapai nilai tertinggi. Di dalam gengsi ada unsur harapan dan keinginan yang bersifat pamer dari Anda,bukan pengakuan atas kelebihan dan kekurangan anak Anda. Misal, Anda mengatakan kepada si anak bahwa Anda malu ke sekolah karena nilainya selalu buruk dan selalu mengutarakan nilai buruk anak kepada ibu lain di hadapan si anak.
* Ingat, emosi itu menular, biasakan untuk membuat diri Anda berpikir, bersikap, dan berperilaku positif, agar energi yang memancar dari diri Anda juga terserap positif oleh anak.
* Upayakan untuk menjalin hubungan dengan guru, selain untuk membuat si anak melihat, bahwa gurunya bukanlah orang yang harus ditakuti, tapi untuk diajak berkomunikasi, juga untuk memonitor perkembangan anak. Plus, si guru pun akan merasa dihargai jika dimintai pendapatnya.
* Berikan hak anak untuk bermain, bergembira bersama teman sebaya, memiliki hobi dan peluang untuk menampilkan diri di bidang selain akademis. Dengan mengembangkan kesukaan, ia akan makin percaya diri, serta bisa jadi lebih semangat untuk mencoba hal lain, siapa tahu ia memang berbakat di bidang itu.
* Jangan ada kata lelah, putus asa, apalagi lengah dalam segala hal yang terkait dengan anak Anda. Antusiasme dan sikap ceria Anda, akan memberinya rasa aman dan nyaman dalam mengeksplor dirinya. Ini merupakan landasan kokoh bagi tumbuhnya kesadaran mandiri di dalam diri Anda untuk selalu mengoptimalkan potensi yang ia miliki.
* Konsistensi dalam perkataan dan kesabaran adalah hal yang penting dalam membesarkan anak. Disiplin yang tidak konsisten bisa membuat anak kebingungan, namun, kita pun perlu membaca situasi jika memang dibutuhkan sebuah fleksibilitas. Jangan lupa untuk mencoba memandang pertanyaan anak dari kacamata seorang anak.
Makanan yang Bisa Membantu Kesuburan
Jumat, 04 Juni 2010Para ahli kesehatan menduga bahwa tingkat kesuburan seseorang memiliki pengaruh dari asupan seseorang. Dugaan tersebut makin diperkuat dengan adanya bukti sains. Hasil penelitian dari Harvard Nurses’ Health Study membuktikan bahwa para suster yang mengkonsumsi lebih banyak atau minim makanan tertentu memiliki risiko infertilitas yang berkaitan dengan indung telurnya (kesulitan untuk bisa mengandung karena ovulasi yang tidak teratur).
"Kami cukup terkejut betapa besarnya dampak pilihan makanan dan olahraga pada tingkat ovulasi wanita," terang Walter Willett, MD, pemimpin penelitian dan departemen nutrisi di Harvard Medical School. Dr. Willet, dan rekannya, Jorge Chavarro, MD, mengumpulkan hasil penelitiannya dalam buku The Fertility Diet. Hasil perencanaan diet mereka ini, "Tak hanya akan membantu meningkatkan kemungkinan untuk kehamilan, tapi juga membantu Anda untuk tetap sehat," klaim mereka.
Berikut adalah beberapa makanan yang mereka rekomendasikan.
Karbohidrat yang lamban dicerna, seperti pasta dan karbohidrat whole grain. Wanita yang mengkonsumsi karbohidrat tinggi glikemik (yang dicerna cepat, seperti nasi putih dan kentang), memiliki risiko 92 persen infertilitas ovulasi ketimbang mereka yang mengkonsumsi karbohidrat lamban, seperti nasi merah, pasta whole-wheat, dan roti whole-grain.
Protein nabati. Wanita yang mengkonsumsi protein hewani memiliki 39 persen mengalami infertilitas ovulasi. Pilihan yang terbaik adalah biji-bijian, kacang-kacangan, dan telur.
Lemak baik, yang ada di dalam minyak zaitun, minyak kacang, dan minyak canola, juga yang ada di kacang mede, almon, dan biji-bijian, seperti biji bunga matahari dan biji labu. Lemak-lemak ini membantu menurunkan risiko resistensi insulin dan radang pada tubuh -kedua kondisi ini bisa memengaruhi ovulasi. Hindari lemak trans, semakin banyak dikonsumsi, para responden yang mengkonsumsi lemak ini makin tinggi infertilitas ovulasinya.
Susu whole milk dan full fat. Riset memperkirakan bahwa ketika lemak disingkirkan dari susu, hormon buatan di dalamnya berubah negatif sehingga memengaruhi kesuburan seseorang. Tambahkan asupan susu whole milk untuk meningkatkan kemungkinan kehamilan Anda. Takut akan lemaknya? Kuncinya, olahraga.
5 Keanehan Saat Bayi Lahir
Sabtu, 22 Mei 2010Saat hamil, Anda tentu rajin membaca-baca buku dan majalah mengenai kehamilan dan pengasuhan anak. Anda mendapat banyak informasi mengenai persalinan, masa-masa kurang tidur ketika si kecil telah hadir, dan cara-cara menyusui. Namun, sudah tahukah Anda bagaimana kondisi bayi yang baru dilahirkan? Misalnya, mengapa matanya juling, atau suara nafasnya berat?
Dr Alanna Levine, pakar pengasuhan anak di Orangetown Pediatric Associates di New York, membeberkan lima hal yang mungkin akan Anda temukan pada si kecil:
1. Poop-nya muncrat
Jangan mengaku baru punya bayi bila belum melihat poop yang berceceran di popoknya. Bahkan, poop-nya ini bisa mengenai ranjang atau dinding di sekitarnya. Menurut Dr Levine, "Poop bayi yang baru lahir kebanyakan berupa cairan, bercampur dengan tekstur seperti mustar." Memang tidak butuh tenaga ekstra untuk membersihkannya, hanya sedikit latihan untuk membiasakan diri. Maklum saja, hal ini akan sering Anda alami.
Tinja bayi yang terbilang sehat adalah yang berwarna coklat, atau kuning kehijauan. Jika Anda melihat ada tanda-tanda darah di sana, sebaiknya Anda membawa si kecil ke dokter.
2. Suara erangan
Bayi tak hanya bisa menangis, tetapi juga mengerang, merintih, mendengus, mendengkur, dan berbagai suara aneh lainnya. Semua suara aneh tersebut disebabkan jalan di rongga hidung bayi menyempit pada awal kelahirannya. Hal ini menyebabkan lendirnya terperangkap di sana, dan menciptakan beberapa efek suara yang hebat.
Yang bisa Anda lakukan saat mendengar suara-suara ini adalah membersihkan hidung bayi dengan pompa isap untuk hidung. Perhatikan juga apakah erangan itu terdengar di setiap nafasnya. Jika ya, mungkin ia punya masalah sulit bernafas.
3. Kepalanya peyang
Persalinan bukan hanya sulit dialami oleh ibu, tetapi juga si bayi. Ia pun berusaha keras keluar dari saluran kelahirannya. Bayangkan ketika Anda mengejan saat bayi masih belum keluar sepenuhnya. Kepalanya masih lunak dan mudah dibentuk itu harus melewati tulang pinggul Anda, sehingga menyebabkan bentuknya menjadi gepeng atau peyang.
Jika tidak terjadi saat persalinan, bentuk kepala yang peyang itu juga bisa terjadi jika ia terlalu lama tidur dalam posisi telentang. Karena itu, sering-seringlah menggendong bayi Anda, demikian saran Dr Levine. Atau, pindah-pindahkan posisi mainan atau posisi tidurnya, agar ia tidak hanya menghadap ke satu sisi saja.
Nah, bila Anda sudah mencoba berbagai cara namun kepala bayi masih terlihat rata di beberapa tempat, bayi mungkin membutuhkan semacam helm sementara untuk mengoreksi bentuk kepalanya. Helm semacam ini akan efektif jika dipakai pada usia 4-6 bulan. Segera konsultasikan dengan dokter bila Anda melihat ada yang salah dengan kepalanya.
4. Penisnya bengkak
Pada bayi laki-laki, Anda mungkin akan melihat penisnya sedikit lebih besar daripada yang Anda bayangkan, khususnya pada testisnya. Hal ini mungkin dipengaruhi oleh paparan hormon pada perut Anda sesaat sebelum melahirkan. Kemungkinan lain, ada cairan ekstra di dalam kantung sekitar testikelnya. Namun cairan ini akan dikeluarkan ketika si kecil buang air dalam beberapa hari berikutnya.
Hal yang sama juga terjadi pada bayi perempuan, dimana labia-nya juga terlihat membengkak pada hari-hari pertamanya. Pembengkakan ini juga akan berhenti dalam beberapa hari. Bahkan karena begitu banyaknya cairan yang akan dikeluarkan dalam beberapa hari tersebut, bayi bisa kehilangan 10 persen berat badan awalnya.
Yang perlu dikhawatirkan adalah ketika bengkak itu tak juga menghilang. Bayi laki-laki bisa mengalami kondisi yang disebut hydrocele, penimbunan cairan di dalam kantung testikelnya.
5. Matanya juling
Bayi yang baru lahir jelas baru mengeksplorasi seluruh kemampuannya, salah satunya adalah indera penglihatannya. Si kecil butuh waktu untuk menemukan kontrol ototnya, dan mengasah teknik-teknis fokusnya. Namun, mata bayi bisa saja terlihat juling, meskipun sebenarnya tidak. Lipatan kulit ekstra di jembatan hidung dapat menutupi bagian putih dari mata bayi. Hal ini bisa menciptakan suatu ilusi optikal yang disebut pseudoesotropia. Perhatikan baik-baik, apakah pupil bayi sebenarnya berbaris rata, atau bergerak bersamaan?
Menurut Dr Levine, jika bayi masih menunjukkan tanda-tanda juling atau mata yang "mengembara" kemana-mana hingga enam bulan, Anda perlu membawanya ke dokter. Bila mata julingnya yang menatap ke dua arah terlihat kronis, kemungkinan ia mengalami strabismus. Bila hanya satu mata yang menatap ke arah lain, hal ini disebut amblyopia.
Bayi Perlu Diajari Berenang
Rabu, 12 Mei 2010Mengajari bayi berenang? Enggak salah, nih?
Ternyata tidak. Justru Anda perlu mengajarkan si kecil berenang sejak usianya masih beberapa bulan. Olahraga ini ternyata dapat membantu bayi mengembangkan ketrampilan fisiknya secara impresif dalam hidupnya kelak.
Menurut sebuah penelitian dari University of Science and Technology di Norwegia, bayi yang bisa berenang ternyata memiliki keseimbangan yang lebih baik, dan mampu menggapai obyek-obyek di sekitarnya lebih mudah daripada bayi yang bukan perenang.
Hal ini terlihat ketika Profesor Hermundur Sigmundsson dari NTNU dan Profesor Brian Hopkins dari Lancaster University membandingkan 19 bayi perenang dan 19 bayi lain yang tidak mengikuti latihan renang. Satu-satunya hal yang membedakan dua kelompok ini adalah bahwa kelompok pertama berenang. Sedangkan faktor-faktor lain seperti latar belakang pendidikan orangtua dan status ekonominya sama.
Bayi perenang tersebut berlatih renang selama dua jam seminggu, diawali sejak usia 2 atau 3 bulan, hingga sekitar 7 bulan. Dalam suatu sesi latihan, pelatih membantu bayi melakukan gerakan jungkir-balik di atas matras yang mengapung, menyelam di bawah air, melompat dari pinggir kolam renang, dan menyeimbangkan diri di tangan orangtuanya sambil berusaha meraih obyek-obyek yang mengapung.
Ketika usia mereka beranjak 5 tahun, kedua grup itu diuji dengan sejumlah latihan seperti keseimbangan (berdiri dengan satu kaki), lompat tali, dan menangkap bantal. Perbedaan mereka ternyata sangat mengejutkan.
"Kami melihat sangat jelas bahwa bayi perenang mampu melakukan latihan tersebut dengan baik, bila dikaitkan dengan keseimbangan dan kemampuan meraih benda-benda," ujar Profesor Sigmundsson.
Sigmundsson mengungkapkan bahwa tercengang dengan apa yang dapat dilakukan instruktur renang terhadap bayi-bayi tersebut.
"Instruktur bisa membawa bayi-bayi berumur 3 bulan untuk melakukan posisi seimbang, berdiri dengan telapak kaki rata. Bayi-bayi itu mengunci sendi-sendinya, sangat menyenangkan melihatnya," lanjut Sigmundsson.
Studi yang dipublikasikan di jurnal Child: Care Health and Development edisi Mei 2010 tersebut, menurutnya, mampu memperlihatkan bahwa latihan tertentu yang diterapkan pada anak-anak bisa mempengaruhi kemampuannya kelak. "Studi kami menunjukkan bahwa kita tidak boleh meremehkan aspek pembelajaran," katanya.
Grosir baju muslim
Jumat, 07 Mei 2010Dai gamis, jilbab, hingga aksesoris muslim lainnya juga meramaikan butik saya yang ada di Surabaya. Biasanya ibu hamil datang dengan ditemani suami mereka. Oya hanya sekedar informasi, saya juga menjual busana untuk anak kecil atau balita, yang lucu – lucu dan warnanya digemari oleh anak – anak. Bahkan tidak tanggung – tanggung dua hari yang lalu sekeluarga membeli baju muslim di butik saya. Bisnis ini membuat saya lebih banyak mengenal pelanggan dan saya senang apabila langsung turun melihat mereka memilih dan akhirnya membeli barang – barang yang ada di butik saya.
Berbagi Tips dan Triks Gratis
Kamis, 06 Mei 2010www.uangdariblog.com anda akan menemukan banyak sekali tips yang akan
membatu anda mendapatkan penghasilan pertama dari blog. Semua tips dan
trik itu bisa anda dapatkan dengan gratis tanpa mengeluarkan uang
sepeserpun. Selain dari Di www.uangdariblog.com, anda juga bisa
mendapatkan berbagai trik di www.ayoberbagi.com.